Tugas Auditing Ii Bab 19

  • Uploaded by: Nadhila Yuzra
  • June 2019
  • Other
Download Embed
This document was uploaded by our user. The uploader already confirmed that they had the permission to publish it. If you are author/publisher or own the copyright of this documents, please report to us by using this DMCA report form. Report DMCA

Overview

Tugas Auditing II Nama Dosen

: Dr. Nadirsyah, SE., M.Si., Ak., CA

Nama Mahasiswi

: Qari Nur Islami

Npm

: 1601103010070

Ruang 5, kelas 33 ( 10.30-13.00 ) Senin, 15 April 2019 Tugas : Menjawab pertanyaan tinjauan dan pertanyaan pilihan berganda dari ujian CPA di Bab 19 “ Menyelesaikan Pengujian dalam Siklus Akuisisi dan Pembayaran: Veeifikasi Akun Terpilih “. BAB 19 MENYELESAIKAN PENGUJIAN DALAM SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN : VERIFIKASI AKUN TERPILIH A. PERTANYAAN TINJAUAN

1.

19-1 ( Tujuan 19-2 ) Jelaskan hubungan antara pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dan pengujian atas rincian saldo untuk verifikasi properti, pabrik, dan peralatan. Aspek mana dari properti, pabrik, dan peralatan yang secara langsung dipengaruhi oleh pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi serta mana yang tidak? Jawaban : 1. Tujuan audit yang berhubungan dengan saldo prosedur pengujian terinci atas saldo yang lazim. 2. Telusuri jumlah total ke buku besar. 3. Telusuri perolehan individual ke berkas induk atas jumlah dan deskripsi. - Pengujian ini hendaknya dibatasi kecuali pengendalian lemah. 4. Seluruh kenaikan dalam saldo buku besar untuk tahun berjalan hendaknya direkonsiliasi dengan skedul. 5. Perolehan tahun berjalan yang mencatat adalah benar-benar terjadi (keberadaan, keterjadian, dan akurasi). 6. Periksa faktur pemasok dan laporan penerimaan barang. 7. Pemeriksaan fisik aktiva.

8. Bukanlah merupakan hal yang lazim untuk melakukan pemeriksaan fisik terhadap penambahan kecuali jika pengendalian lemah atau jumlahnya material. 9. Perolehan yang ada telah dicatat (kelengkapan). 10.Periksa faktur pemasok untuk perkiraan-perkiraan yang terkait erat seperti perbaikan dan pemeliharaan untuk menemukan artikel yang seharusnya dicatat sebagai peralatan pabrik. 11.Telaah perjanjian sewa guna usaha dan sewa. Tujuan ini merupakan salah satu tujuan yang terpenting untuk peralatan pabrik. 12.Perolehan tahun berjalan yang tercatat adalah akurat (keberadaan, keterjadian, dan akurasi). Periksa faktur pemasok. 13.Luasnya pengujian bergantung kepada resiko bawaan dan keefektifan dari pengendalian intern. 14.Peralatan tahun berjalan yang tercatat diklasifikasikan dengan tepat (penilaian dan alokasi). 15.Periksa faktur pemasok atas rekening peralatan pabrik untuk melihat item yang harus diklasifikasikan sebagai peralatan kantor, bagian dari bangunan atau perbaikan. 16.Periksa faktur pemasok atas rekening yang berhubungan erat seperti perbaikan untuk melihat item yang harus dimasukkan dalam peralatan pabrik. 17.Tujuannya sangat berhubungan dengan pengujian atas kelengkapan. Dilaksanakan bersamaan dengan tujuan di atas dan pengujian atas akurasi. 18.Perolehan tahun berjalan dicatat dalam periode yang tepat (penilaian dna alokasi). Telaah transaksi dekat tanggal neraca untuk penentuan periode yang tepat. Biasanya dilakukan sebagai bagian dari pengujian pisah batas atas hutang usaha. 19.Klien mempunyai hak atas perolehan tahun berjalan (hak dan kewajiban). Periksa faktur pemasok. Biasanya tidak ada masalah untuk akte peralatan., ringkasan, dan tagihan pajak seringkali ditelaah atas tanah dan bangunan yang penting.

Hubungan antara pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran dan pengujian atas rincian saldo untuk verifikasi properti. Pabrik, dan peralatan sangatlah penting untuk memverifikasi efektivitas pengendalian internal sehigga auditor dapat mengurangi pengujian atas rincian saldo maka waktu bersih yang dapat di hemat sangatlah besar. Karena audit atas akun properti, pabrik, dan peralatan serupa maka dibutuhkan pendekatan ketika mengaudit. Walaupun pendekatan untuk memverifikasi peralatan berbeda dengan yang digunakan untuk aset lancar, bebrapa akun

aset lainnya diverifikasi dengan cara yang sama. Hal tersebut termasuk paten, hak cipta, biaya katalog, serta semua akun properti, pabrik, dan perlatan. Aspek yang langsung dipengaruhi oleh pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi adalah Peralatan pabrik, karena : 1. Biasanya hanya terdapat sedikit perolehan peralatan pabrik pada tahun berjalan 2. Jumlah dari perolehan tertentu seringkali material, dan 3. Peralatan kemungkinan besar akan tercatat dan bertahan dalam catatan-catatan akuntansi untuk beberapa tahun. Peralatan pabrik biasanya diaudit dengan cara yang berbeda dari akun-akun aktiva lancar karena, Biasanya hanya terdapat sedikit perolehan peralatan pabrik pada tahun berjalan, Jumlah dari perolehan tertentu seringkali material, dan Peralatan kemungkinan besar akan tercatat dan bertahan dalam catatan-catatan akuntansi untuk beberapa tahun.

2.

19-2 ( Tujuan 19-2 ) Jelaskan mengapa penekanan dalam mengaudit properti, pabrik, dan peralatan diberikan pada akuisisi serta pelepasan periode berjalan dan bukan pada saldo akun yang dibawa dari tahun sebelumnya. Dalam situasi apa penekanan akan diberikan pada saldo yang dibawa ke tahun depan? Jawaban : Penekanan dalam mengaudit properti, pabrik, dan peralatan diberikan pada akuisisi serta pelepasan periode berjalan dan bukan pada saldo akun yang dibawa dari tahun sebelumnya, hal ini dikarenakan transaksi yang melibatkan akuisi tahun berjalan dan pelepasan peralatan manufaktur sering kali disalah sajikan apabila pengendalian internal perusahaan tidak memiliki metode formal. Jika klien lalai mencatat pelepasan, biaya awal akun peralatan manufaktur akan dinyatakan terlalu tinggi, dan nilai buku bersih akan dinyatakan terlalu tinggi hingga aktiva telah disusutkan sepenuhnya dan begitupun dengan akuisisi tahun berjalan. Sepertinya yang kita ketahui bahwa pendebetan ke peralatan manufaktur berasal dari siklus akusisi dan pembayaran. Karena sumber debet akun aktiva adalah jurnal akuisisi. Akan tetapi karena penambahan peralatan tidak sering dilakukan, sering kali berjumlah besar, dan terkena pengendalian khusus, seperti persetujuan dewan direksi, auditor dapat memutuskan untuk tidak terlalu bergantung pada pengujian tersebut sebagai bukti pendukung penambahan aktiva tetap. Auditor membedakan cara memverifikasi peralatan manufaktur dengan akun aktiva lancar karena tiga alasan:

1. Biasanya akuisisi peralatan manufaktur jarang dilakukan pada periode berjalan 2. Jumlah setiap akuisisi biasanya material 3. Peralatan mungkin tetap disimpan dan dicatat dalam catatan akunansi selama beberapa tahun. Karena perbedaan tersebut, audit atas peralatan manufaktur lebih menekankan pada verifikasi akuisisi yang dilakukan pada periode berjalan dan bukan saldo akun yang dibawa dari tahun sebelumnya.

3.

19-3 ( Tujuan 19-2 ) Apa hubungan antara audit atas akun properti, pabrik, dan peralatan dengan audit atas akun reparasi dan pemeliharaan? Jelaskan bagaimana auditor mengorganisir audit untuk mempertimbangkan hubungan tersebut? Jawaban : Biasanya klien mencantumkan transaksi yang harus dicatat sebagai aktiva dalam beban reparasi dan pemeliharaan, beban lease, perlengkapan, peralatan kecil, dan akun-akun serupa. Salah saji dapat saja berasal dari kurangnya pemahaman terhadap prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum atau keinginan klien untuk menghindari pajak penghasilan. Jika auditor menyimpulkan jenis salah saji yang material ini mungkin terjadi, mereka harus memvouching jumlah yang lebih besar yang didebet ke akun beban. Banyak klien mungkin secara tidak sengaja atau sengaja mencatat pembelian aset dalam akun perbaikan dan pemeliharaan. Salah saji disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang standar akuntansi dan keinginan beberapa klien untuk menghindari pajak penghasilan. Akun perbaikan dan pemeliharaan diverifikasi terutama untuk mengungkap pembelian properti yang tidak tercatat. Namun, dalam kasus lain manajemen secara curang mengkapitalisasi biaya perbaikan dan pemeliharaan untuk meningkatkan profitabilitas dan aset. Auditor biasanya menjamin jumlah yang lebih besar didebit ke akun pengeluaran pada saat yang sama ketika akun properti sedaang di audit.

4.

19-4 ( Tujuan 19-2 ) Sebutkan dan nyatakan secara singkat tujuan semua prosedur audit yang mungkin akan diterapkan oleh auditor untuk menentukan bahwa semua penarikan properti, pabrik, dan peralatan telah dicatat dalam sistem akuntansi.

Jawaban : Tujuan utama auditor dalam verifikasi penjualan, tukar-tambah, atau penghentian asset tetap adalah mendapatkan bukti memadai bahwa seluruh penghentian dicatat dalam jumlah yang benar. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 1. Tinjau apakah aset yang baru diperoleh menggantikan aset yang ada dan tanyakan apakah aset lama telah dihapus dari pembukuan 2. Menganalisis keuntungan dari pelepasan aset dan pendapatan lain-lain untuk penerimaan dari pelepasan aset. Bandingkan ini dengan aset tetap untuk mengetahui apakah aset telah dihapus dari pembukuan 3. Tinjau modifikasi yang direncanakan pada perubahan dalam lini produk, pajak, atau cakupan asuransi untuk penghapusan peralatan 4. Buat pertanyaan dari manajemen dan personil produksi tentang pelepasan aset.

5.

19-5 ( Tujuan 19-3 ) Dalam mengaudit beban penyusutan, pertimbangan utama apa yang harus diingat oleh auditor? Jelaskan bagaimana masing-masing dapat diverifikasi. Jawaban : Hal yang perlu diingat adalah metode penyusutan yang diambil. Karena berdasarkan metode yang ada dapat ditelusuri biaya penyusutannya. Jumlah tercatat ditentukan dengan alokasi internal. Tujuan yang paling penting atas beban penyusutan adalah akurasi, di mana ditentukan apakah klien mengikuti kebijakan depresiasi yang konsisten dan apakah perhitungannya tepat. Kemudian verifikasi atas saldo akhir dari akumulasi penyusutan Dua tujuan yang ditekankan dalam audit atas akumulasi penyusutan : 1. Akumulasi penyusutan seperti yang dinyatakan dalam berkas induk properti sesuai dengan buku besar. 2. Akumulasi penyusutan dalam berkas induk dinilai dengan pantas.

6.

19-6 ( Tujuan 19-3 ) Jelaskan hubungan antara pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi serta pembayaran dan pengujian atas rincian saldo untuk verifikasi asuransi dibayar di muka. Jawaban : 1. Bandingkan total asuransi dibayar di muka dan beban asuransi dengan total tahun sebelumnya untuk pegujian kelayakan. Jumlah asuransi dibayar di muka akurat dan total

jumlahnya ditambahkan secara benar dan sesuai dengan buku besar (keberadaan , keterjadian dan akurasi). 2. Transaksi asuransi dibayar di muka dicatat dalam periode yang tepat (penilaian dan alokasi). Hitung rasio asuransi dibayar di muka terhadap beban asuransi dan bandingkan dengan tahun sebelumnya. 3. Jumlah asuransi dibayar di muka akurat dan total jumlahnya ditambahkan secara benar dan sesuai dengan buku besar (keberadaan , keterjadian dan akurasi). Bandingkan coverage dari masing-masing polis asuransi pada skedul yang diperoleh dari klien dengan skedul tahun lalu untuk pengujian terhadap penghapusan polis-polis tertentu atau perubahan dalam coverage asuransi. Polis asuransi pada skedul asuransi dibayar di muka adalah absah dan polis yang ada telah dicatat (kelengkapan). 4. Klien mempunyai hak atas semua polis asuransi yg ada dlm skedul asuransi dibayar di muka (hak dan kewajiban). Bandingkan saldo asuransi dibayar di muka yang dihitung untuk tahun berjalan dengan dasar masing-masing polis dengan hasil perhitungan tahun sebelumnya untuk pengujian kekeliruan penghitungan. 5. Beban asuransi yang berhubungan dengan asuransi dibayar di muka diklasifikasikan dg tepat (klasifikasi). Telaah insurance coverage yang dimuat pada skedul asuransi dibayar di muka dengan pegawai klien yang tepat atau broker asuransi akan kecukupan coverage. 6. Asuransi dibayar di muka disajikan dan diungkapkan secara tepat (penyajian dan pengungkapan).

7.

19-7 ( Tujuan 19-3 ) Jelaskan mengapa audit asuransi dibayar di muka biasanya akan menghabiskan jumlah waktu audit yang relatif singkat jika penilaian risiko pengendalian klien untuk akuisisi adalah rendah. Jawaban : Saldo awal dan saldo akhir asuransi dibayar di muka biasanya tidak material dan hanya terdapat sedikit transaksi didebet dan dikredit atas saldo tersebut selama tahun berjalan, sebagian besar berjumlah kecil dan mudah dipahami. Oleh karena itu, auditor hanya perlu menggunakan sedikit waktunya dalam melakukan verifikasi saldo atau transaksi. Jika auditor memutuskan untuk tidak melakukan verifikasi perincian saldo tersebut, maka prosedur analitis menjadi penting untuk mengidentifikasi potensi salah saji material.

8.

19-8 ( Tujuan 19-3 ) Bedakan antara evaluasi kememadaian cakupan asuransi dan verifikasi asuransi dibayar di muka. Jelaskan mana yang lebih penting dalam audit yang tipikal. Jawaban : Evaluasi kecukupan asuransi adalah pengujian perlindungan yang wajar terhadap hilangnya aset yang ada. verifikasi asuransi dibayar dimuka dilakukan: 1. Saldo merupakan biaya yang tepat terhadap operasi masa depan. 2. Penambahan merupakan biaya pada akun-akun ini dan tercermin pada biaya aktual. 3. Amortisasi dan penghapus bukuan wajar dalam situasi tersebut. Evaluasi kecukupan perlindungan asuransi lebih penting karena potensi kerugian karena asuransi. Verifikasi asuransi prabayar biasanya melibatkan jumlah yang tidak material dan tidak ditekankan dalam sebagian besar audit. Dalam audit asuransi dibayar di muka, auditor memiliki sebuah skedul yag diperoleh dari klien atau membuatnya sendiri yang berisi tentang kebijakan tertentu. Misalnya, skedul tersebut memasukkan informasi tentang kebijakan asuransi, nomor polis, cakupan suransi untuk setiap polis, jumlah premi, periode premi, beban asuransi untuk tahun tersebut dan asuransi dibayar di muka pada akhir tahun.

9.

19-9 ( Tujuan 19-3 ) Apa perbedaan utama antara audit beban dibayar di muka dan akun aset lainnya seperti piutang usaha atau properti, pabrik, dan peralatan? Jawaban : Perbedaan utama antara audit beban dibayar di muka dan akun aset lainnya adalah tingkat materialitas dari saldo akun yang terkait. Prosedur analitis substantive dapat digunakan secara luas untuk memverifikasi saldo akun yang terkait tersebut.

10. 19-10( Tujuan 19-4 ) Jelaskan hubungan antara sewa akrual dan pengujian substantif atas transaksi untuk siklus akuisisi dan pembayaran. Aspek mana dari sewa akrual yang tidak diverifikasi sebagai bagian dari pengujian substantif atas transaksi? Jawaban : Debet untuk sewa yang masih harus dibayar timbul dari jurnal pengeluaran kas, yang diverifikasi sebagai bagian dari pengujian kontrol dan substansi transaksi untuk pengeluaran tunai. Kredit biasanya muncul dari jurnal umum dan mungkin tidak diverifikasi sebagai bagian dari pengujian ini. Selain itu, pengujian kontrol dan pengujian

substantif transaksi tidak termasuk verifikasi pencantuman properti akrual yang ada dan verifikasi perlakuan konsisten dari akrual dari tahun ke tahun.

11. 19-11( Tujuan 19-4 ) Dalam memverifikasi utang usaha, merupakan hal yang umum untuk membatasi sampel audit pada bagian item populasi yang kecil, sementara dalam mengaudit pajak properti akrual, merupakan hal yang umum untuk memverifikasi semua transaksi selama tahun tersebut. Jelaskan penyebab perbedaan tersebut. Jawaban : Pajak properti akrual meluangkan waktu audit untuk sebagian besar audit dan karena hanya ada sedikit transaksi untuk diuji dan biasanya jumlahnya material biasanya untuk memverifikasi akun 100 persen. Disisi lain, utang usaha membutuhkan sedikit waktu audit dan karena biasanya ada sejumlah besar transaksi untuk diuji dan biasanya jumlah bervariasi untuk memverifikasi akun berdasarkan uji.

12. 19-12( Tujuan 19-4 ) Dokumen mana yang akan digunakan untuk memverifikasi pajak properti akrual dan akun beban terkait? Jawaban : 1. Perbuatan ke properti 2. Pengembalian pajak properti 3. Cek yang dibatalkan 4. Faktur dari otoritas perpajakan

13. 19-13( Tujuan 19-5 ) Sebutkan tiga akun beban yang diuji sebagai bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran atau siklus penggajian dan personalia. Sebutkan tiga akun beban yang tidak secara langsung diverifikasi sebagai bagian dari kedua siklus tersebut. Jawaban : Tiga akun beban yang diuji sebagai bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran atau siklus penggajian dan personalia: 1. Beban pajak properti 2. Beban gaji 3. Beban sewa Tiga akun beban yang tidak secara langsung diverifikasi: 1. Biaya penyusutan 2. Amortisasi paten

3. Bonus akhir tahun untuk petugas.

14. 19-14( Tujuan 19-5 ) Apa yang dimaksud dengan analisis akun beban? Jelaskan bagaimana analisis akun beban berhubungan dengan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi yang telah diselesaikan auditor pada siklus akuisisi dan pembayaran. Jawaban : Analisis akun beban ( expense account analysis ) ialah melibatkan penyelidikan auditor terhadap dokumen pendukung untuk masing-masing transaksi dan perincian atas total akun beban Jenis dokumen tersebut sama dengan yang digunakan untuk memeriksa transaksi sebagai bagian dari pengujian transaksi akuisisi, yaitu terdiri atas faktur, laporan penerimaan, pesanan pembelian, dan kontrak. Dalam anlisis beban dan akun laporan laba/rugi lainnya, auditor melakukan verifikasi transaksi dalam akun yang spesifik untuk menentukan apakah transaksi tersebut benar, diklasifikasikan dengan benar, dan dicatat secara akurat.

15. 19-15( Tujuan 19-2, 19-5 ) Bagaimana pendekatan untuk memverifikasi beban reparasi akan berbeda dari yang digunakan untuk mengaudit beban penyusutan? Mengapa pendekatan tersebut akan berbeda? Jawaban : Dalam analisis beban dan akun laporan laba rugi lainnya, auditor memverifikasi transaksi pada akun akun khusus untuk menentukan apakah transaksi tersebut dilakukan klien yang sesuai, di klarifikasi dengan benar, dan dicatat secara akurat. Auditor seringkali menganalisis transaksi akun beban sebagai bagian dari verifikasi aset terkait. Sudah umum bagi auditor untuk menganalisis reparasi dan pemeliharaan sebagai bagian dari memverifikasi aset tetap. Akun beban reparasi dan pemeliharaan dianalisia auditor untuk menentukan apakah mereka telah salah mencantumkan transaksi properti, pabrik dan peralatan.

16. 19-16( Tujuan 19-5 ) Sebutkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan auditor tentang apakah akan menganalisis suatu saldo akun. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, sebutkan empat akun beban yang umumnya dianalisis dalam audit. Jawaban : Beberapa faktor yang akan mempengaruhi tindakan auditor adalah sebagai berikut;

1. Materialitas adalah konsep yang bersifat relatif ketimbang absolut 2. Dasa yang diperlukan untuk mengevaluasi materialitas 3. Faktor-faktor kualitatif yang juga mempengaruhi materialitas Auditor seringkali menganalisi: : 1. Akun beban reparasi dan pemeliharaan untuk menentukan apakah mereka telah salah mencantumkan transaksi properti, pabrik, dan peralatan. 2. Beban sewa dan lease guna menetukan kebutuhan untuk mengkapitalisasi lease. 3. Beban hukum untuk menentukan apakah ada kewajiban kontijen yang potensial, perselisihan, tindakan ilegal, atau masalah hukum lainnya yang dapat mempengaruhi laporan keuangan. 4. Akun beban yang berasal dari alokasi data akuntansi dan bukan dari transfer diskret. Beban semacam itu termasuk penyusutan, deplesi, dan amortisasi hak cipta serta katalog.

B. PERTANYAAN PILIHAN BERGANDA DARI UJIAN CPA

1.

19-17 ( Tujuan 19-2 ) Pertanyaan berikut berkaitan dengan pengendalian internal dalam siklus akuisisi dan pembayaran. Pilihlah jawaban yang paling tepat.

a. Mana dari pengendalian berikut yang kemungkinan besar akan membenarkan pengurangan penilaian tingkat risiko pengendalian untuk asersi eksistensi peralatan? (1) Auditor internal secara periodik memilih item peralatan dalam file induk aset tetap dan menemukan peralatan terkait atas premis perusahaan. (2) Kepala departemen diminta untuk memberikan informasi kepada departemen akuntansi setiap kuartalnya tentang semua peralatan yang tidak lagi digunakan atau sudah rusak. (3) Semua kontrak pembelian peralatan akan direview oleh kontroler bersama pengacara untuk memverifikasi bahwa hak milik telah ditransfer kepada klien dan tidak ada yang berupa lease operasi. (4) Sebagai bagian dari penghitungan fisik persediaan kuartalan dan tahunan, peralatan pabrik dicatat dan selanjutnya direkonsiliasi dengan file induk aset tetap. Jawaban : (1) Auditor internal secara periodik memilih item peralatan dalam file induk aset tetap dan menemukan peralatan terkait atas premis perusahaan.

b. Akuisisi peralatan yang salah diklasifikasikan sebagai beban pemeliharaan kemungkinan besar akan terdeteksi oleh pengendalian internal terhadap (1) Pemisahan tugas karyawan di departemen utang usaha (2) Otorisasi oleh dewan direksi atas akuisisi peralatan yang signifikan (3) Penyelidikan varians dalam sistem penganggaran formal. (4) Verifikasi independen atas faktur pengeluaran yang dicatat sebagai akuisisi peralatan. Jawaban : (1) Pemisahan tugas karyawan di departemen utang usaha

c. Mana dari pengendalian berikut yang kemungkinan besar akan membenarkan pengurangan penilaian tingkat risiko pengendalian untuk asersi eksistensi yang terkait dengan akun peralatan? (1) Begitu pembelian peralatan dicatat dalam jurnal pembelian, secara otomatis sistem akan memposting item itu ke file induk peralatan. (2) Auditor internal memeriksa fisik peralatan secara periodik dan memverifikasi apakah peralatan itu sudah tercantum dalam file induk peralatan. (3) Semua penambahan pada akun peralatan harus didukung oleh laporan penerimaan yang sah. (4) Pengkodean akun buku besar umum akan direview oleh supervisor utang usaha begitu pembelian dicatat dalam jurnal pembelian.

Jawaban : (3) Semua penambahan pada akun peralatan harus didukung oleh laporan penerimaan yang sah.

2.

19-18 ( Tujuan 19-2, 19-5 ) Pertanyaan berikut berkenaan dengan prosedur analitis dalam siklus akuisisi dan pembayaran. Pilihlah jawaban yang tepat.

a. Mana dari perbandingan berikut yang paling bermanfaat bagi auditor ketika mengaudit laba entitas dan akun beban? (1) Utang usaha tahun sebelumnya dengan utang usaha tahun berjalan. (2) Beban penggajian tahun sebelumnya dengan beban penggajian tahun berjalan yang dianggarkan. (3) Pendapatan tahun berjalan dengan pendapatan tahun berjalan yang dianggarkan. (4) Beban garansi tahun berjalan dengan kewajiban kontinjen tahun berjalan. Jawaban : (3) Pendapatan tahun berjalan dengan pendapatan tahun berjalan yang dianggarkan.

b. Kontroler Excello Manufacturing, Inc., ingin menggunakan prosedur analitis untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya peralatan yang menganggur atau kemungkinan

bahwa peralatan tersebut telah dilepas tanpa dihapus. Mana dari rasio berikut yang akan memenuhi tujuan ini dengan baik? (1) Beban penyusutan / nilai buku peralatan manufaktur. (2) Akumulasi penyusutan / nilai buku peralatan manufaktur. (3) Biaya reparasi dan pemeliharaan / biaya tenaga kerja langsung. (4) Biaya peralatan manufaktur kotor / unit yang diproduksi. Jawaban : (4) Biaya peralatan manufaktur kotor / unit yang diproduksi. c. Mana dari prosedur analitis berikut yang mungkin menunjukkan bahwa beban reparasi dan pemeliharaan tertentu telah dikapitalisasi secara tidak tepat? (1) Rasio penambahan peralatan yang dibagi dengan saldo awal akun peralatan lebih rendah secara siginifikan dari rasio yang sama dalam tiga tahun sebelumnya. (2) Saldo akun beban reparasi dan pemeliharaan terlihat lebih rendah dari jumlah yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir. (3) Saldo akun peralatan kotor tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. (4) Rasio beban penyusutan yang dibagi dengan peralatan kotor ternyata lebih tinggi pada tahun berjalan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jawaban : (2) Saldo akun beban reparasi dan pemeliharaan terlihat lebih rendah dari jumlah yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir.

3.

19-19 ( Tujuan 19-2 ) Pertanyaan berikut berkaitan dengan audit akun aset dalam siklus akuisisi dan pembayaran. Pilihlah jawaban yang paling tepat.

a. Dalam menguji pelepasan peralatan yang belum dicatat, auditor kemungkinan besar akan (1) Memilih item peralatan dari catatan akuntansi dan kemudian menetapkannya selama mengunjungi pabrik. (2) Membandingkan ayat jurnal penyusutan dengan ayat jurnal tahun sebelumnya yang serupa untuk mencari peralatan yang telah disusutkan sepenuhnya.

(3) Memeriksa item peralatan yang diamati selama mengunjungi pabrik dan kemudian menelusurinya ke file induk peralatan. (4) Menscan jurnal umum untuk melihat penambahan peralatan yang tidak biasa serta pendebetan yang berlebihan ke beban reparasi dan pemeliharaan. Jawaban : (1) Memilih

item

peralatan

dari

catatan

akuntansi

dan

kemudian

menetapkannya selama mengunjungi pabrik.

b. Apabila transaksi properti dan peralatan selama tahun berjalan cukup banyak, auditor yang berencana menilai risiko pengendalian pada tingkat rendah biasanya akan melakukan (1) Prosedur analitis untuk saldo properti dan peralatan pada akhir tahun. (2) Prosedur analitis untuk transaksi properti dan peralatan selama tahun berjalan. (3) Pengujian pengendalian dan pengujian terbatas atas transaksi properti dan peralatan selama tahun berjalan. (4) Pengujian pengendalian dan pengujia yang ekstensif atas saldo properti dan peralatan pada akhir tahun. Jawaban : (4) Pengujian pengendalian dan pengujia yang ekstensif atas saldo properti dan peralatan pada akhir tahun. c. Dalam hubungannya dengan audit akun asuransi dibayar dimuka, mana dari prosedur berikut yang biasanya tidak dilakukan oleh auditor? (1) Menghitung ulang bagian premi yang jatuh tempo selama tahun berjalan. (2) Menyiapkan kutipan polis asuransi untuk dokumentasi audit. (3) Mengkonfirmasi tingkat premi dengan broker asuransi yang independen. (4) Memeriksa pendukung pembayaran premi. Jawaban : (3) Mengkonfirmasi tingkat premi dengan broker asuransi yang independen.

4.

19-20 ( Tujuan 19-2, 19-4, 19-5 ) Pertanyaan berikut berkenaan dengan audit akun kewajiban atau laba dan beban. Pilihlah jawaban yang paling tepat.

a. Auditor mungkin mencatat bahwa beban penyusutan tahunan terlalu rendah untuk kelas aset dengan menyatakan (1) Nilai pertanggungannya jauh melebihi jumlah tercatat. (2) Sejumlah besar aset yang telah disusutkan sepenuhnya masih digunakan. (3) Terus menukar tambah (trade-in) aset yang relatif baru. (4) Kerugian berulang yang sangat besar atas aset yang sudah ditarik. Jawaban : (4) Kerugian berulang yang sangat besar atas aset yang sudah ditarik.

b. Tujuan utama auditor dalam menganalisis akun beban reparasi dan pemeliharaan adalah (1) Menentukan bahwa semua properti, pabrik, dan peralatan yang usang telah dihapus sebelum akhir tahun. (2) Memverifikasi bahwa semua properti, pabrik, dan peralatan yang tercatat memang ada. (3) Menemukan

pengeluaran

yang

sudah

dibebankan

padahal

seharusnya

dikapitalisasi. (4) Mengidentifikasi properti, pabrik, dan peralatan yang tidak dapat diperbaiki lagi dan harus dihapus. Jawaban : (4) Mengidentifikasi properti, pabrik, dan peralatan yang tidak dapat diperbaiki lagi dan harus dihapus. c. Sebelum mengekspresikan pendapat berkenaan dengan audit laba dan beban, auditor harus memperoleh hasil dari audit laporan laba rugi dengan (1) Menerapkan standar pengukuran yang ketat yang dirancang untuk menguji kurang saji laba bersih. (2) Menganalisis jumlah persediaan awal dan akhir pada neraca. (3) Membandingkan laba bersih dengan tren dan rasio industri yang dipublikasikan.

(4) Mengaudit akun-akun laporan laba rugi yang sejalan dengan akun neraca terkait. Jawaban : (4) Mengaudit akun-akun laporan laba rugi yang sejalan dengan akun neraca terkait.

Rating

  • Stars 5
  • %0
  • Stars 4
  • %0
  • Stars 3
  • %0
  • Stars 2
  • %0
  • Stars 1
  • %0

0

Document Rating

Reviews

This document has not any review yet! Be first to review this document.

Add Reviews & Rate

  • How many star you rate this document?